BONE – INFO-JURNAL.COM – Pesta Panen di Desa Lappo Ase, Kabupaten Bone, menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga warisan budaya masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman saat menghadiri kegiatan yang dirangkaikan dengan Festival Gau Maraja, Sabtu (26/9/2026). 
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., hadir didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda Bone, Ketua TP PKK Kabupaten Bone, serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.
Pesta Panen ini merupakan bagian dari rangkaian Gau Maraja yang menampilkan sejumlah tradisi dan permainan rakyat, di antaranya Massempe dan pertunjukan tradisional Mappadekko.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Asman menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.
“Indonesia membutuhkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Pemerintah nasional menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan, dan Kabupaten Bone terus mendorong produktivitas pertanian serta penguatan ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurut Andi Asman, Pemerintahan BerAmal juga terus mendorong pembangunan ekonomi dan infrastruktur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu sektor yang terus mendapat perhatian adalah infrastruktur jalan. Hingga saat ini, pembangunan dan peningkatan jalan di Kabupaten Bone telah mencapai 371,69 kilometer.
Pembangunan tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar.
Andi Asman juga menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat yang turut berperan dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Ia menekankan bahwa kemajuan sektor pertanian perlu berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Teknologi dan pengetahuan lokal atau tradisi bukanlah sesuatu yang patut kita benturkan. Justru masa depan pertanian Indonesia kemungkinan besar berada pada kemampuan kita mempertemukan teknologi dan tradisi,” ungkapnya.
Selain memiliki potensi pertanian, Desa Lappo Ase juga memiliki catatan sejarah dalam perjalanan modernisasi pertanian Indonesia. Pada 26 Agustus 1981, Presiden Soeharto pernah mengunjungi wilayah tersebut dalam agenda pembangunan pertanian dan upaya menuju swasembada pangan.
Karena itu, Pesta Panen yang dirangkaikan dengan pelestarian tradisi Massempe dan Mappadekko tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan hasil pertanian, tetapi juga menjadi momentum menjaga identitas budaya serta memperkuat semangat masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bone. (BM)*.






