BONE – INFO-JURNAL.COM – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengajak jajaran Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bone menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keimanan, silaturahmi, serta mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bone dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Muslimat NU Kabupaten Bone di Hotel Sarlim Watampone, Kamis (24/9/2026).

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muslimat NU Kabupaten Bone yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kecintaan kepada Rasulullah SAW akan lebih bermakna apabila tercermin dalam sikap, ucapan, dan tindakan kita. Rasulullah telah memberikan teladan yang sangat lengkap, baik dalam beribadah, berkeluarga, bermasyarakat, bekerja, memimpin, maupun dalam memperlakukan sesama manusia,” ujar Andi Asman.
Bupati kemudian mengajak masyarakat meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Sifat siddiq, kata dia, mengajarkan pentingnya kejujuran sebagai dasar membangun kepercayaan dalam keluarga maupun masyarakat. Nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas, termasuk bekerja, berdagang, mengelola amanah hingga memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara sifat amanah mengajarkan setiap orang untuk menjalankan tanggung jawab sesuai dengan perannya. Pemimpin memiliki amanah terhadap masyarakat, orang tua memiliki tanggung jawab mendidik anak, sedangkan masyarakat memiliki kewajiban menjaga kerukunan dan kebaikan lingkungan.
“Setiap amanah harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, adil, dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Untuk sifat tabligh, Bupati mengingatkan pentingnya menyampaikan kebaikan dengan cara yang benar, santun, dan bijaksana. Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial.
Ia mengajak masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta menjadikan ruang digital sebagai sarana menyebarkan ilmu, kedamaian, dan kebaikan.
Sedangkan sifat fathanah atau kecerdasan, menurutnya, mengajarkan masyarakat untuk terus belajar, meningkatkan pengetahuan, mendidik generasi muda, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai agama dan akhlak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai bagian dari keteladanan Rasulullah SAW.
Menurutnya, Rasulullah telah mengajarkan umat untuk menyayangi anak, memuliakan orang tua, memperhatikan anak yatim dan masyarakat yang lemah, menjenguk orang sakit, serta menjaga hak-hak tetangga.
Nilai-nilai tersebut, kata Andi Asman, perlu terus diwujudkan melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“Jangan membiarkan saudara kita menghadapi kesulitan sendirian. Semangat saling membantu dan kepedulian sosial harus terus kita hidupkan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap peran Muslimat NU dan kaum perempuan dalam membangun keluarga serta masyarakat yang berakhlak.
Ia menilai keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar tentang iman, kejujuran, kedisiplinan, kasih sayang, dan tanggung jawab.
Karena itu, pendidikan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga sangat ditentukan oleh keteladanan orang tua di lingkungan keluarga.
Lebih lanjut, Andi Asman mengajak seluruh masyarakat Bone meneladani Rasulullah SAW dalam menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
Menurutnya, perbedaan pendapat, latar belakang maupun pilihan dalam kehidupan tidak boleh menjadi alasan untuk memutus silaturahmi.
“Mari kita biasakan bermusyawarah, saling menghormati, mudah memaafkan, dan mendahulukan kepentingan bersama. Kekuatan masyarakat Bone terletak pada kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian antarsesama,” jelasnya.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bone akan terus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan saling menguatkan.
Pembangunan, menurutnya, tidak hanya menyangkut infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia, penguatan keluarga, peningkatan kepedulian sosial, serta pembentukan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
“Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah, memperkuat iman dan persaudaraan, serta mendorong kita menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan,” pungkasnya. (BM)*.






