BONE – INFO-JURNAL.COM – Dalam memperkuat tata kelola kesejahteraan sosial yang lebih modern, transparan, dan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Bone terus mendorong pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui peluncuran Aplikasi Sipakatau yang diharapkan menjadi instrumen penting dalam menghasilkan data sosial yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Wakil Bupati Bone Dr.H.Andi Akmal Pasluddin, SP, MM. yang didampingi Kepala Dinas Sosial H. Jemmy, S, Sos, M, Si. Menghadiri Sosialisasi dan Launching Aplikasi Sipakatau untuk pelaksanaan kesehatan masyarakat. Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di gedung PKK kompleks Kantor Daerah Kabupaten Bone, Jalan jend Ahmad yani, watampone.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal menyampaikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone yang kini menyentuh angka 7,8 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Angka tersebut tercatat melampaui pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi yang berada di kisaran 6 persen dan nasional di angka 5 persen.
Meski menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menegaskan tidak ingin cepat berpuas diri. Fokus utama ke depan adalah memperkuat sistem perlindungan sosial dan memastikan ketepatan sasaran bantuan bagi masyarakat.
Target Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Dalam arahannya, Bupati menyoroti penurunan angka kemiskinan di Bone dari yang sebelumnya 9,5 persen kini menjadi 9,13 persen.
Target berikutnya diharapkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga di bawah 9 persen atau mencapai kisaran 8-7 persen pada tahun ini.
”Target kita, orang miskin ekstrem harus tidak ada di Bone ini. Kalau kemiskinan (secara umum) tidak bisa kita hapuskan, bisa kita kurangi, tapi kalau miskin ekstrem ini harus kita hapuskan karena begitu banyak program bantuan yang bisa kita berikan kepada mereka,” tegas Bupati.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepekaan sosial di tingkat kecamatan dan desa agar tidak ada warga yang mengalami kelaparan tanpa mendapat perhatian dari pemerintah.
Peluncuran Aplikasi ‘Sipakatau’ untuk Digitalisasi Data Sebagai langkah nyata transparansi dan efisiensi.
Pemerintah Kabupaten Bone resmi meluncurkan aplikasi Sipakatau (Saling Memanusiakan). Aplikasi ini dirancang sebagai basis data terpadu untuk memetakan warga kurang mampu per desa dan per kelurahan di seluruh Kabupaten Bone.
Aplikasi ini diharapkan dapat mengintegrasikan proses pengolahan data, meminimalkan kesalahan, serta mempercepat verifikasi.
Melalui platform digital ini, pergerakan data kemiskinan diharapkan dapat terpantau secara berkala, baik per minggu maupun per bulan.
Wakil Bupati juga mengimbau seluruh aparatur sipil, mulai dari camat hingga kepala desa, untuk terus beradaptasi dengan teknologi dan mengubah pola pikir (mindset) menjadi pelayan masyarakat yang akuntabel.
Efisiensi Anggaran BPJS Kesehatan
Validasi data yang dilakukan oleh para enumerator di tingkat desa dan kelurahan dinilai menjadi kunci utama dalam efisiensi anggaran daerah.
Berdasarkan evaluasi sementara, langkah pembersihan data berhasil mendeteksi sekitar 7.000 data tidak valid akibat adanya warga yang pindah domisili maupun meninggal dunia, namun anggarannya masih tercatat aktif di BPJS.
Tahun ini, APBD Kabupaten Bone mengalokasikan anggaran sebesar Rp116 miliar untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan, ditambah sharing kontribusi dari provinsi sekitar Rp60 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp170 miliar.
Melalui perbaikan data yang lebih akurat, Pemkab Bone memproyeksikan penghematan anggaran hingga Rp4 miliar per tahun.
Anggaran yang dihemat tersebut nantinya akan dialihkan untuk program prioritas lain seperti:
Perbaikan infrastruktur jalan,
Peningkatan layanan kesehatan,
Pendidikan, Bantuan sosial kedaruratan.
Pemerintah Kabupaten Bone menargetkan tahun ini Bone dapat meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) Istimewa atau UHC Prioritas agar seluruh warga bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis secara cepat dan optimal. (BM)*.






