Pemkab Bone Turun Langsung Awasi Distribusi Gas 3 Kg untuk Menjaga Stabilitas Kebutuhan Warga

BONE – INFO-JURNAL.COM Sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, Pemerintah Kabupaten Bone mengambil langkah strategis dengan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas).

Tim ini bertugas mengantisipasi kelangkaan serta mengawasi potensi kenaikan harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya di wilayah Kota Watampone dan Bone bagian utara.

Pada Jumat, 30 Januari 2026, Satgas langsung bergerak melakukan pemantauan di wilayah Kota Watampone.

Sebanyak tiga tim diterjunkan dan dibagi berdasarkan kecamatan untuk melakukan penelusuran distribusi gas 3 kilogram.

Setiap tim bertugas memantau alur pendistribusian mulai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) ke agen, pangkalan, hingga pengecer di wilayah yang telah ditentukan oleh Ketua Satgas dalam kota Watampone.

Tim I dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah Bone, Drs. Andi Amran, M.Si, bersama Kabag Ekonomi Andi Pada Uleng, perwakilan Dinas Perdagangan Andi Amri, staf Dinas Perindustrian, Dinas Kominfo, Sekretaris Satpol PP Andi Rahmat, serta personel Unit Ekonomi Reskrim Polres Bone dan TNI.

Baca Juga:  Setahun BerAmal, Wabup Bone Buka Capaian dan Tantangan Pembangunan

Tim ini melakukan pemantauan di sejumlah agen, pangkalan, dan pengecer yang berada di wilayah Kecamatan Tanete Riattang.

Dalam kegiatan tersebut, Tim I mendatangi pangkalan gas 3 kilogram yang berlokasi di Jalan Gunung Latimojong dan Jalan Teduh, tepatnya di samping SMP Negeri 4 Watampone.

Kedua pangkalan tersebut diketahui memperoleh pasokan dari agen PT Dwi Daya Bolana yang beralamat di Jalur 2 Tibojong.

Tim kemudian melanjutkan penelusuran ke lokasi agen tersebut, termasuk mengunjungi PT Reski yang juga beroperasi di kawasan yang sama.

Asisten II Sekda Bone, Andi Amran, menyampaikan bahwa pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi gas bersubsidi di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya tim telah melakukan pengecekan di SPBE guna memastikan distribusi kepada agen berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Kolaborasi Bupati Bone dan Baznas, Paket Ramadan Bahagia Bantu Warga Jelang Idulfitri

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan, SPBE telah menyalurkan gas kepada masing-masing agen sesuai jatah yang ditentukan.

“Selama bulan Januari 2026, kami ketahui bahwa terdapat penambahan pasokan dari Pertamina sebanyak 56 ribu tabung, yang terdiri dari tambahan pertama 40 ribu tabung dan tambahan kedua sebanyak 16 ribu tabung, ” ujar Andi Amran.

Namun demikian, pihaknya masih menelusuri penyebab kelangkaan yang masih dirasakan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dari hasil pemantauan di pangkalan yang telah dikunjungi, distribusi gas dari agen berjalan lancar. Di pangkalan Jalan Gunung Latimojong, pasokan mencapai sekitar 70 tabung per hari, sementara di pangkalan samping SMP Negeri 4 Watampone sekitar 60 tabung per hari.

Bahkan, tim sempat menyaksikan langsung proses pembongkaran tabung gas dari truk milik PT Dwi Daya Bolana.

Baca Juga:  Peduli Hak Masyarakat, Wakil Bupati Bone Sidak TPU Islam Macanang dan Hentikan Praktik Komersialisasi

Tim kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi PT Dwi Daya Bolana di Jalur 2 Tibojong. Dari hasil pemantauan, agen tersebut diketahui menerima pasokan sekitar lima hingga enam truk gas elpiji setiap hari dari SPBE dan melayani sekitar 63 pangkalan yang tersebar di wilayah Bone.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap melalui pengawasan langsung yang dilakukan Tim Satgas, distribusi gas elpiji 3 kilogram dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, pelaksanaan operasi pasar di sejumlah titik di Kota Watampone diharapkan mampu membantu menekan kelangkaan serta menstabilkan harga di tingkat masyarakat.

“Dengan langkah pengawasan yang intensif dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Bone optimistis ketersediaan gas bersubsidi dapat kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, ” pungkasnya. (BM) *.

Pos terkait