BONE – INFO-JURNAL.COM – Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, bertindak sebagai inspektur upacara dalam penutupan retret bagi para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian Setda, dan Camat se-Kabupaten Bone Gelombang I Tahun 2026, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan penutupan tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Mako Yon Armed 21/105 Tarik Kawali.
Upacara ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bone atau yang mewakili, Kepala BNNK Bone, Komandan Batalyon Armed 21 Kawali beserta jajaran, perwakilan Danyon Brimob, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Bone yang dibacakan Wakil Bupati menegaskan bahwa setiap jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.
“Jabatan bukan sekadar kedudukan, tetapi tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Setiap kebijakan dan keputusan harus berorientasi pada kepentingan rakyat serta kemajuan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran strategis setiap unsur pemerintahan dalam mendukung jalannya roda organisasi.
Kepala perangkat daerah diharapkan menjadi motor penggerak, camat sebagai ujung tombak pelayanan di wilayah, dan kepala bagian sebagai penguat koordinasi serta tata kelola administrasi pemerintahan.
Menurutnya, seluruh elemen tersebut harus bergerak selaras dalam satu arah dan tujuan yang sama, yakni mewujudkan Kabupaten Bone yang lebih maju dan sejahtera.
Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci utama dalam mencapai target pembangunan daerah.
Tak hanya itu, Wakil Bupati juga menegaskan bahwa kegiatan retret ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Ia mengingatkan agar tidak ada lagi ego sektoral yang dapat menghambat pelayanan publik maupun percepatan pembangunan daerah.
“Budaya kerja kolaboratif harus terus dibangun. Saling mendukung, menguatkan, dan melengkapi menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Bone mengusung visi MABERE, yakni Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan, sebagai arah utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.
Mandiri dimaknai sebagai upaya mendorong penguatan potensi lokal serta meningkatkan daya saing masyarakat.
Berkeadilan mengandung arti bahwa pembangunan harus dirasakan secara merata tanpa diskriminasi.
Sementara itu, berkelanjutan menekankan pentingnya program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan visi tersebut sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan.
Para pejabat diminta untuk menjadi teladan dalam hal disiplin, etika, dan tanggung jawab, sekaligus mampu menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik.
“Jangan hanya memberi perintah, tapi tunjukkan contoh. Jangan hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pelaksanaan program pembangunan, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan responsif.
Menutup sambutan tersebut, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, termasuk jajaran Batalyon Armed 21 Kawali, panitia, serta para instruktur yang telah mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. (BM) *.





