Skandal BBM Subsidi di Bone Memanas: Isuzu Panther Hitam Diduga Sedot Bio Solar Berulang Kali di SPBU Palanga

Foto Ilustrasi.

BONE – INFO-JURNAL.COM Dugaan praktik mafia dan penyelewengan distribusi BBM bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali memicu ledakan amarah publik.

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada sebuah Isuzu Panther hitam misterius yang secara terang-terangan diduga memanipulasi pengisian Bio Solar hingga berkali-kali dalam sehari di SPBU Palanga, Jalan Sungai Musi, Kelurahan Ta, Kecamatan Tanete Riattang.

Hasil penelusuran mendalam mengindikasikan bahwa armada siluman tersebut dikemudikan oleh seorang pria berinisial IR, yang berdomisili tak jauh dari lokasi SPBU.

Seorang saksi kunci yang meminta identitasnya dilindungi membongkar pola operasi yang sangat sistematis; kendaraan tersebut selalu mengisi Bio solar diSPBU setiap kali truk tangki pasokan tiba.

Baca Juga:  Atensi! PT. Pupuk Indonesia Wajib Evaluasi Distributor Pupuk Kec. Amali dan Kec. Cina Kab. Bone.

“Setiap ada tangki pasokan masuk, mobil itu langsung masuk mengisi mobilnya,” ungkap sumber tersebut dengan nada geram, Minggu (26/7/2026).

Skema penyelewengan ini disinyalir dilakukan secara vulgar. Setelah tangki mobil terisi penuh, Isuzu Panther tersebut langsung meluncur ke kediaman IR.

Hanya dalam hitungan menit, mobil yang sama kembali masuk ke barisan antrean untuk mengisi Bio Solar gelombang berikutnya.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa rumah sang pengemudi dijadikan ‘sarang’ penampungan sementara untuk menyedot habis BBM subsidi yang baru saja dibeli sebelum ia kembali mengisi di SPBU.

“Begitu tangki penuh, mobil langsung balik ke rumahnya di depan lorong—yang diduga kuat jadi tempat penyedotan. Setelah tangki dikosongkan, dia balik lagi ke antrean untuk mengisi BBM subsidi,” tegasnya.

Baca Juga:  PPPK Bone Bersilaturahmi dengan Wabup Andi Akmal, Matangkan Persiapan Ikut Silatnas di Jakarta

Aksi nekad ini ternyata tak berhenti di situ. Saksi juga membongkar fakta mengejutkan bahwa di sela-sela mengantre, IR diduga kuat turut memindahkan Bio Solar ke dalam deretan jeriken, seolah kebal dari pengawasan petugas.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak-pihak terkait yang tertuding dalam dugaan skandal ini belum berhasil dikonfirmasi. Kendati demikian, tim redaksi terus berupaya mengejar konfirmasi resmi demi menjamin keberimbangan dan transparansi pemberitaan. (BM)*.

 

Pos terkait