BONE – INFO-JURNAL.COM – Pemerintah Kabupaten Bone terus menyukseskan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas nasional.
Hal ini ditegaskan melalui rapat koordinasi (Rakor) percepatan pelaksanaan MBG yang dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Kota Watampone, Kamis (5/2/2026).
Rakor tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk memastikan implementasi Program MBG berjalan optimal di seluruh wilayah Kabupaten Bone, sejalan dengan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Badan Gizi Sulawesi Selatan, Penjabat Sekretaris Daerah Bone Andi Tenriawaru, S.P., M.P., Kepala Satgas Percepatan MBG Kabupaten Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., para camat se-Kabupaten Bone, serta pengurus Yayasan SPPG dan Ketua Satgas SPPG.
Dalam arahannya, Bupati Bone menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal, khususnya warga kurang mampu, dalam pelaksanaan Program MBG. Ia secara tegas menginstruksikan agar perekrutan tenaga kerja dapur MBG memprioritaskan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi kegiatan.
“Yang paling penting adalah soal tenaga kerja. Jangan sampai justru yang sudah mapan yang direkrut. Utamakan masyarakat sekitar lokasi MBG, terutama warga yang kurang mampu,” tegas Andi Asman.
Selain penyerapan tenaga kerja, Bupati juga meminta agar pasokan bahan pangan Program MBG diambil dari hasil produksi masyarakat setempat.
Menurutnya, kebijakan ini akan mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Termasuk pasokan pangannya, kita prioritaskan dari warga sekitar. Dengan begitu, program ini benar-benar memberi manfaat langsung dan membantu masyarakat menjadi lebih sejahtera,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Bone mengingatkan agar menu Makanan Bergizi Gratis yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi dan kesehatan. Ia menekankan pentingnya kandungan protein tinggi, dilengkapi buah, serta komponen gizi lain yang sesuai dengan ketentuan.
“Menu MBG harus benar-benar bergizi, mengandung protein tinggi, ada buah, dan sesuai standar kesehatan,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Program MBG ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, tetapi juga menjadikan MBG sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. (BM) *.





