BONE – INFO-JURNAL.COM – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., memimpin langsung Evaluasi Kinerja Semester I Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Bone Tahun 2026 di Aula Lateya Riduni, Watampone, Kamis (25/6/2026).
Evaluasi tersebut menjadi momentum untuk mengukur capaian program kerja selama enam bulan pertama sekaligus merumuskan strategi percepatan kinerja pada Semester II Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri para Asisten Sekretariat Daerah serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.
Evaluasi ini menjadi langkah penting untuk menilai capaian program kerja selama Semester I sekaligus menyusun langkah strategis guna mengoptimalkan pelaksanaan program pada Semester II Tahun 2026.
Dalam arahannya, Bupati Bone menegaskan terdapat dua indikator utama yang menjadi fokus dalam evaluasi kinerja perangkat daerah.
Indikator pertama adalah keselarasan program kerja OPD dengan Program Strategis Nasional.
“Pertama, keselarasan program kerja saudara dengan Program Strategis Nasional. Kita adalah bagian dari kesatuan NKRI, sehingga setiap kebijakan daerah harus mampu mendukung dan mempercepat target-target nasional, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan hingga penanganan stunting,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Menurutnya, indikator kedua adalah sejauh mana program yang dijalankan mampu mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bone sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Janji-janji politik dan rencana strategis yang telah kita tuangkan dalam RPJMD harus dirasakan manfaatnya secara konkret oleh masyarakat Bone di akar rumput,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara serapan anggaran dan capaian fisik program. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari aspek administratif semata, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin melihat potret riil di lapangan. Saya ingin melihat serapan anggaran yang proporsional dengan capaian fisik. Yang paling esensial adalah outcome atau dampak nyata dari program tersebut terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Andi Asman mengakui setiap perangkat daerah memiliki tantangan yang berbeda, mulai dari hambatan regulasi, keterbatasan anggaran hingga dinamika sosial di lapangan.
Namun, menurutnya, berbagai tantangan tersebut harus dijawab dengan inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang adaptif.
“Seorang Kepala Perangkat Daerah harus mampu berinovasi dan membangun kolaborasi lintas sektor. Kita tidak boleh lagi bekerja dalam sekat-sekat ego sektoral,” katanya.
Mengakhiri arahannya, Bupati Bone meminta seluruh pimpinan perangkat daerah melakukan evaluasi secara jujur dan transparan, mengidentifikasi setiap kendala yang dihadapi, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan capaian kinerja pada Semester II Tahun 2026.
“Jika ada target yang belum tercapai, uraikan masalahnya secara detail, cari akar penyebabnya, dan rumuskan langkah korektif yang taktis untuk semester kedua nanti. Kita tidak punya banyak waktu,” pungkasnya.
Melalui evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan, memperkuat akuntabilitas kinerja perangkat daerah, serta memastikan seluruh kebijakan dan program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bone.tutupnya. (BM)*





