BONE – INFO-JURNAL.COM – Penantian panjang masyarakat Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, untuk menikmati akses jalan yang layak akhirnya terwujud.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., meresmikan jalan aspal di Dusun Nyappareng, Kamis (11/6/2026), yang disambut penuh haru dan antusias oleh ratusan warga.

Riuh tepuk tangan warga pecah saat Bupati Bone menggunting pita sebagai tanda diresmikannya jalan tersebut. Bagi masyarakat Desa Selli, momen itu bukan sekadar seremoni pembangunan infrastruktur, melainkan tonggak sejarah setelah puluhan tahun hidup dengan kondisi jalan yang belum beraspal.
Peresmian jalan yang mengusung tema “Pemerintahan BerAmal Memberi Bukti Bukan Janji” itu terasa begitu dekat dengan realitas yang dialami warga. Selama bertahun-tahun, akses jalan yang memadai hanya menjadi harapan. Kini, harapan tersebut telah berubah menjadi kenyataan.
Ratusan warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari. Kehadiran Bupati Bone disambut meriah melalui tarian adat Padduppa, iringan majelis taklim, serta antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan langsung peresmian jalan yang kini menjadi akses penting bagi aktivitas sehari-hari warga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandenpom Bone, para asisten dan staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa se-Kecamatan Bengo, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepala Desa Selli, Sultan, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jalan yang menurutnya menjadi hadiah berharga bagi masyarakat setempat. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akses jalan yang selama ini didambakan akhirnya dapat terwujud.
Menurut Sultan, pembangunan tersebut meliputi pengaspalan jalan sepanjang 1 kilometer di Dusun Nyappareng dan 2 kilometer di Kampung Barru. Kehadiran infrastruktur itu diyakini akan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Ini kebahagiaan besar bagi kami. Jalan yang selama ini kami impikan akhirnya terwujud. Yang membuat kami terharu, pembangunan ini bukan sekadar janji saat kampanye, tetapi benar-benar dibuktikan setelah Bapak Bupati terpilih,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan di Desa Selli merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.
Ia menyebut Desa Selli menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena selama ini belum pernah menikmati akses jalan beraspal secara memadai.
“Masyarakat Desa Selli telah menjalankan kewajibannya sebagai warga negara, termasuk membayar pajak. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang merata. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal,” tegasnya.
Menurut Andi Asman, pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan mempermudah transportasi, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jalan yang baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian, membuka akses ekonomi, memudahkan pelayanan kesehatan, serta mendukung akses pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga membawa kabar gembira bagi masyarakat. Setelah menyelesaikan pengaspalan sepanjang 1 kilometer di Dusun Nyappareng, Pemerintah Kabupaten Bone berencana melanjutkan pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer pada tahap berikutnya.
“Kalau hari ini satu kilometer sudah selesai, insya Allah akan kita lanjutkan lagi 1,5 kilometer,” katanya yang langsung disambut sorak gembira warga.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Bupati Bone juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menekan angka stunting dan memastikan tidak ada anak-anak Bone yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Pembangunan jalan harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Anak-anak kita harus sehat, tetap bersekolah, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Bagi masyarakat Desa Selli, peresmian jalan di Dusun Nyappareng bukan sekadar bertambahnya ruas aspal di wilayah pedesaan. Jalan tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat sekaligus bukti bahwa pembangunan mampu menjangkau daerah yang selama ini berada di pinggiran perhatian. Setelah puluhan tahun menanti, roda pembangunan akhirnya benar-benar sampai ke desa mereka. (BM)*.





