Rakor Kementan, Wabup Andi Akmal Tegaskan Bone Siap Bersinergi dalam Pengembangan Bioethanol Nasional

JAKARTA – INFO-JURNAL.COM – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Khusus Pemerintah untuk pengembangan bioethanol yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Rakor tersebut membahas pemanfaatan potensi sektor pertanian sebagai bahan baku pengembangan energi alternatif.

Rakor dipimpin langsung Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dan diikuti sejumlah kepala daerah yang diundang untuk membahas pengembangan program bioethanol secara nasional.

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas pemanfaatan sejumlah komoditas pertanian sebagai bahan baku bioethanol, di antaranya tebu, jagung, dan ubi kayu. Program ini diarahkan untuk mendorong pengembangan sumber energi alternatif sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi pertanian di berbagai daerah.

Baca Juga:  Humanis dan Edukatif, Kasat Lantas Polres Bone Bagikan Brosur Keselamatan di Hari Kedua Ops Pallawa 2026

Selain itu, pemerintah daerah diminta menyampaikan data dan informasi mengenai potensi lahan yang dapat dikembangkan untuk tanaman tebu, jagung, dan ubi kayu. Data tersebut menjadi salah satu bahan dalam pemetaan daerah yang berpotensi mendukung pengembangan bioethanol.

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan bahwa Kabupaten Bone memiliki potensi pertanian yang cukup besar untuk mendukung program tersebut. Menurutnya, potensi itu perlu dipetakan secara lebih terukur agar pengembangannya dapat disesuaikan dengan kondisi dan produktivitas lahan masyarakat.

“Bone memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas. Karena itu, kami siap mendukung program pemerintah pusat dengan melakukan pemetaan potensi lahan, terutama yang dapat dikembangkan untuk komoditas bahan baku bioethanol,” ujar Andi Akmal.

Baca Juga:  Dugaan Penyelundupan Solar Subsidi ke Siwa Diduga Libatkan Sejumlah Pihak, Nama "Pak Black" Mencuat

Ia menilai, pengembangan bioethanol tidak hanya berkaitan dengan sektor energi, tetapi juga berpeluang membuka nilai ekonomi baru bagi masyarakat dan petani jika dikembangkan secara terintegrasi.

“Kita berharap program ini dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tentu harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, pemetaan lahan yang tepat, serta memperhatikan kepentingan dan produktivitas pertanian masyarakat,” katanya.

Andi Akmal menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bone akan menindaklanjuti hasil rakor melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam penyediaan data potensi lahan dan komoditas pertanian yang dapat mendukung program bioethanol.

“Kami di daerah siap bersinergi dengan pemerintah pusat. Potensi yang ada di Bone akan kita identifikasi dan dorong agar dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (BM)*.

Pos terkait