BONE – INFO-JURNAL.COM – Pemerintah Kabupaten Bone mulai menggalakkan gerakan tanam sayur dari rumah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan sayuran dari luar daerah.
Gerakan tersebut ditandai dengan Launching Gerakan Tanam Sayur Rumah Tangga dalam Polybag Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (18/9/2026).

Dalam kegiatan itu, sebanyak 2.400 bibit sayuran dibagikan kepada masyarakat.
Kegiatan dipimpin Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone H. Maryam Andi Asman.
Program tersebut dilaksanakan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Bone bersama Danyon Ranting S Yonif TP 920 Lasalaga, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbantang) Gowa serta penyuluh pertanian.
Bibit yang dibagikan terdiri dari cabai, tomat dan terung. Penanaman menggunakan polybag agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, ketahanan pangan tidak harus selalu dimulai dari lahan pertanian yang luas. Menurutnya, rumah tangga juga memiliki peran penting dengan memanfaatkan pekarangan yang tersedia.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga. Dengan sistem polybag, masyarakat tidak membutuhkan lokasi yang luas untuk menanam sayuran dan memenuhi sebagian kebutuhan keluarga secara mandiri,” ujarnya.
Andi Asman mengungkapkan, kebutuhan sayuran di Kabupaten Bone masih banyak dipasok dari luar daerah. Ia menyebut, sedikitnya 20 truk sayuran masuk ke Bone setiap hari dari sejumlah kabupaten lain.
“Pasokan sayur Kabupaten Bone dari luar minimal 20 truk dari kabupaten lain. Kita tentu tidak bisa menjamin bagaimana proses budidayanya, termasuk penggunaan herbisida dan pestisida serta pupuk kimianya,” katanya.
Karena itu, gerakan tanam sayur dalam polybag diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, tetapi juga mendorong masyarakat menghasilkan sebagian kebutuhan sayuran secara mandiri dari lingkungan rumah.
Andi Asman juga berharap Bone dapat menjadi daerah percontohan dalam penerapan gerakan tanam sayur rumah tangga.
“Kita berharap Kabupaten Bone bisa menjadi percontohan gerakan tanam sayur rumah tangga dalam polybag,” ujarnya.
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Bupati meminta camat dan lurah mengambil peran aktif di wilayah masing-masing. Mereka didorong menjadi garda terdepan dalam mengawal pelaksanaan program dengan melibatkan masyarakat dan kelompok tani.
“Kita mendorong lurah dan camat sebagai garda terdepan untuk berkolaborasi dan bersama-sama mengawal gerakan ini hingga dinyatakan berhasil,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Polbantang Gowa sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan gerakan tanam sayur rumah tangga.
Untuk tahap awal, pembagian bibit menyasar tiga kecamatan di wilayah perkotaan, yakni Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur dan Tanete Riattang Barat.
Launching tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, jajaran Forkopimda, kelompok tani serta sejumlah pihak terkait.
Melalui gerakan ini, Pemkab Bone mendorong masyarakat membangun kebiasaan menanam sayuran di lingkungan rumah. Dengan demikian, rumah tangga diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. (BM)*.
.






