BONE – INFO-JURNAL.COM – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone melalui berbagai program edukatif yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satunya dengan mengangkat potensi pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi sehat keluarga.
Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maya Damayanti, S.P., secara resmi membuka kegiatan Lokakarya dan Uji Coba Panduan Praktis “Isi Piringku Lokal” Kabupaten Bone.
Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkenalkan konsep gizi seimbang berbasis kearifan lokal kepada masyarakat.
Lokakarya tersebut dilaksanakan di Ballroom Sentosa, Hotel Novena, Selasa (23/12/2025), dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan dan gizi masyarakat.

Program “Isi Piringku Lokal” merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kesehatan bersama CIFOR–ICRAF melalui proyek Land4Lives.
Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan materi edukasi gizi yang lebih kontekstual dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat Bone.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memilih makanan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh elemen, khususnya keluarga, untuk mulai memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi utama.
“Melalui panduan Isi Piringku Lokal ini, kita ingin mengajak masyarakat Bone untuk kembali mencintai dan memanfaatkan pangan lokal yang kita miliki. Bukan hanya sehat dan bergizi, tetapi juga mudah dijangkau serta mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Andi Akmal Pasluddin.
Ia menambahkan, edukasi gizi berbasis kearifan lokal menjadi strategi penting dalam membangun generasi Bone yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat di tingkat keluarga.
Ia berharap panduan ini dapat menjadi acuan praktis bagi keluarga di Kabupaten Bone dalam menyusun menu harian yang bergizi seimbang, mudah diterapkan, dan sesuai dengan potensi pangan yang tersedia di sekitar mereka.
Sementara itu, Direktur ICRAF Sulawesi Selatan, Muhammad Syahrir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahap uji coba terakhir sebelum panduan tersebut diterapkan secara luas.
Tahapan ini difokuskan pada penyempurnaan visual, bahasa, serta kesiapan implementasi agar program benar-benar efektif saat disosialisasikan ke masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur akademisi, praktisi gizi, serta stakeholder terkait lainnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Bone optimistis dapat mencetak sumber daya manusia yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas melalui edukasi gizi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. ( BM) *.





