Wabup Bone Hadiri Serah Terima Jaringan Irigasi Air Tanah, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Produktivitas Pertanian

MAKASSAR – INFO-JURNAL.COM Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri serah terima hasil pekerjaan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Kegiatan yang bersumber dari Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 ini digelar oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Aula Bili-Bili BBWS, Makassar, Kamis (9/7/2026).

​Dalam kegiatan tersebut, Andi Akmal didampingi oleh Kepala Bappeda Bone, H. A. Yusuf, S.IP., M.H., beserta jajaran perangkat daerah terkait.

Acara ini juga dihadiri oleh para kepala daerah dan perwakilan dari 10 kabupaten penerima manfaat JIAT, yaitu Bone, Bulukumba, Enrekang, Luwu Timur, Maros, Pinrang, Kepulauan Selayar, Sidenreng Rappang (Sidrap), Takalar, dan Wajo.

​Penyerahan ini merupakan tindak lanjut atas rampungnya pembangunan sumur dan jaringan irigasi air tanah melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025. Program ini berfokus pada percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi demi mendukung swasembada pangan nasional.

Baca Juga:  Bupati Jeneponto Paris Yasir Perkuat Jaringan Ekonomi di PSBM XXVI Makassar

​Kepala BBWS Pompengan Jeneberang mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah yang telah bersinergi hingga proyek JIAT Tahun 2025 ini rampung tepat waktu.

​”Kami mengucapkan terima kasih kepada para bupati, wakil bupati, dan perwakilan pemerintah daerah yang telah bersinergi. Berkat kerja sama ini, proyek Jaringan Irigasi Air Tanah Tahun 2025 selesai dan hari ini resmi diserahterimakan,” ujarnya.

​Ia menjelaskan bahwa sistem JIAT yang dibangun memiliki karakteristik berbeda di setiap lokasi; ada yang memanfaatkan tenaga surya, menggunakan listrik, atau kombinasi keduanya. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan ikut mengawal pemeliharaannya agar manfaat fasilitas ini bisa berkelanjutan.

​”Kami berharap setelah serah terima ini, jaringan irigasi dapat dimanfaatkan secara optimal. Meski ada keterbatasan debit air atau kondisi geografis tertentu, pengelolaan yang baik akan sangat membantu mendongkrak produktivitas pertanian,” tambahnya.

Baca Juga:  Andi Asman Sulaiman Kukuhkan PNS Baru, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi ASN Terlibat Narkoba

​Pada kesempatan yang sama, BBWS menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum akan melanjutkan Program Inpres ini pada tahun 2026. Sulawesi Selatan pun dijadwalkan kembali mendapat alokasi anggaran, dengan pembahasan yang dimulai dalam waktu dekat dan target konstruksi pada November 2026.

​Untuk itu, pemerintah kabupaten diminta segera mengusulkan kebutuhan pembangunan jaringan irigasi—baik primer, sekunder, tersier, maupun air tanah—melalui aplikasi SIPURI agar masuk dalam prioritas pendanaan tahun depan.

​Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan komitmen Pemkab Bone untuk mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi yang telah diterima.

​”Pemerintah Kabupaten Bone siap mengawal pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas ini agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani lokal,” tegas Andi Akmal.

Baca Juga:  Misteri Penjualan Aset PDAM Bone Mulai Terkuak, Pembeli Mobil Innova Akhirnya Buka Suara

​Ia menambahkan, Pemkab Bone akan bergerak cepat menindaklanjuti arahan Kementerian PU dengan menyusun usulan program irigasi lanjutan melalui aplikasi SIPURI.

​”Kami segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menyusun proposal usulan, sehingga kebutuhan irigasi di Kabupaten Bone bisa masuk dalam program prioritas tahun 2026,” pungkasnya. (BM)*.

Pos terkait