BONE – INFO-JURNAL.COM – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 sekaligus memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Bone, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 180 mahasiswa baru yang mendapat pembekalan terkait kehidupan akademik, peran generasi muda, serta tantangan pembangunan di masa mendatang.

Ketua UPP PGSD UNM Kampus Bone, Dr. Awaluddin Muin, S.Pd., M.Sn., mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati Bone. Ia berharap mahasiswa tidak menjadikan perguruan tinggi sekadar tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi.
Dalam kuliah umumnya, Andi Akmal mengajak mahasiswa menjadikan pendidikan sebagai proses belajar sepanjang hayat dan tidak sekadar mengejar gelar akademik.
“Belajarlah sepanjang hayat. Jangan menjadikan pendidikan hanya sebagai formalitas. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk menuntut ilmu,” kata Andi Akmal.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sekaligus kemajuan Kabupaten Bone. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendorong Bone menjadi daerah yang kuat sebagai pusat pendidikan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pendidik dan mahasiswa.
Andi Akmal juga mengingatkan mahasiswa agar bijak memanfaatkan teknologi di era digital. Ia menegaskan teknologi harus menjadi alat untuk menciptakan solusi, bukan justru membuat generasi muda bergantung pada algoritma.
“Digitalisasi adalah pembantu, bukan pengganti. Kuasai teknologi, tetapi jangan sampai kita menjadi budak algoritma. Jadilah kreator solusi,” tegasnya.
Khusus mahasiswa PGSD, ia meminta agar nilai-nilai kearifan lokal Bone, seperti sipakatau dan sipakalebbi, tetap ditanamkan dalam kehidupan. Menurutnya, calon guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus.
“Adik-adik mahasiswa yang hadir di ruangan ini akan menjadi salah satu penentu nasib anak-anak kita 40 tahun ke depan. Karena itu, perjalanan akademik ini harus dimulai dengan tekad untuk menguasai ilmu, teknologi dan karakter,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa membangun jejaring dan memperkuat kolaborasi lintas disiplin. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara individual, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah, perguruan tinggi, pendidik, mahasiswa dan masyarakat.
“Mulailah perjalanan hari ini dengan menguras ilmu di kampus. Jadikan teknologi sebagai alat untuk menciptakan solusi. Membangun daerah bukan hanya membutuhkan semangat, tetapi juga kolaborasi dan sistem,” pungkasnya. (BM)*.






