Peringati HPN ke-80, Plt. Kadis Pendidikan Bone Edy Saputra Syam Ajak Sekolah Lawan Hoaks dan Cyber Bullying

Foto Pelaksana Tugas (Plt) . Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.Stp, M. Si. Saat membuka Seminar literasi media dalam menyambut Hari Pers Nasional (HPN). yang ke-80 tahun 2026

BONE – INFO-JURNAL.COM Pelaksana Tugas (Plt) . Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.Stp, M. Si. secara resmi membuka Seminar literasi media dalam menyambut Hari Pers Nasional (HPN). yang ke-80 tahun 2026.

Literasi Media yang diselenggarakan Aliansi Media Wartawan Indonesia (AMWI) tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah SD dan guru di Aula Lamellong Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, minggu (08/02/2026).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam menegaskan, bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik, baik secara fisik maupun digital.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks dan praktik cyber bullying di kalangan pelajar.

Baca Juga:  Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin Gelar Buka Puasa Bersama

Kondisi ini menuntut peran aktif seluruh elemen sekolah, khususnya kepala sekolah, sebagai pemimpin utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan beretika.

Kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem sekolah yang anti hoaks dan bebas dari cyber bullying.

“Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter. Literasi digital, pencegahan hoaks, dan cyber bullying harus menjadi bagian dari budaya sekolah,” ujarnya.

Kepala sekolah dapat menginisiasi pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik agar mampu membimbing siswa dalam menyaring informasi, mengenali berita palsu, serta menggunakan media sosial secara bijak.

“Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan literasi media dan etika digital ke dalam program sekolah, ” tambahnya.

Baca Juga:  BAZNAS Bone dan UPZ Surya Indah Tebar Kepedulian Ramadhan, 40 Paket Bahagia dan 9 Bantuan Sanitasi untuk Warga Kampung Bajo

Selain itu, pembentukan regulasi internal sekolah menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan cyber bullying.

Sinergi ini penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan hoaks dan cyber bullying bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Dengan kepemimpinan yang visioner dan responsif terhadap perkembangan zaman, kepala sekolah diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, toleransi, serta literasi digital.

“Upaya ini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas di era digital, ” pungkasnya. (BM) *.

 

Pos terkait