BONE – INFO-JURNAL.COM – Memasuki usia ke-81 tahun, TNI kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa dalam mendukung pembangunan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Komandan Korem (Danrem) 141/Toddopuli, Kolonel Inf. Robinson Tallupadang, S.I.P., M.H., saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Lapangan Makorem 141/Toddopuli, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Manurunge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026).

Dalam sambutannya, Robinson menekankan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian prajurit selama ini. Kepercayaan tersebut, kata dia, harus dijaga sebagai kehormatan sekaligus amanah.
Menurutnya, penguatan TNI juga terus dilakukan negara, baik melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI maupun modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan.
“Kepercayaan rakyat kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan itu adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga. Karena itu, mari terus perkuat pengabdian, profesionalisme, dan sinergi dengan seluruh komponen bangsa,” tegas Robinson.
Ia menyebut, tantangan yang dihadapi TNI ke depan semakin kompleks seiring perubahan lingkungan strategis. Ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif, ancaman terhadap keutuhan wilayah hingga tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Robinson mengajak seluruh prajurit menjadikan nilai PRIMA sebagai budaya dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
Pertama, Profesional, dengan menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing, meningkatkan kompetensi melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, serta menjalankan setiap tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.
Kedua, Responsif, yakni memiliki kepekaan terhadap perubahan lingkungan tugas, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat dan terukur ketika negara dan masyarakat membutuhkan.
Ketiga, Integratif, dengan membangun sinergi bersama seluruh komponen bangsa. Menurutnya, kekuatan TNI harus menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, adil dan makmur.
Keempat, Modern, dengan terus meningkatkan penguasaan terhadap alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) serta teknologi yang menjadi tanggung jawab prajurit. Penggunaan teknologi tersebut harus dilakukan secara optimal dan terintegrasi untuk memperkuat daya tangkal dan daya tempur.
Kelima, Adaptif, dengan menjadikan setiap penugasan dan pengalaman sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran. Prajurit juga dituntut terus berinovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan dan kemampuan dengan perkembangan ancaman.
Robinson berharap momentum HUT ke-81 TNI tidak sekadar menjadi peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Jadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian. Terus tingkatkan profesionalisme, responsivitas, integrasi, kemampuan teknologi, dan adaptasi terhadap setiap perkembangan. Dengan sinergi yang kuat, TNI akan semakin siap menjaga kedaulatan serta hadir untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya. (BM)*.






