Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Andi Amran Sulaiman Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga 10 Bulan

Foto Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.,

BONE – INFO-JURNAL.COM Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi El Nino yang dapat memicu kekeringan dan berdampak terhadap produksi pangan nasional.

Menurut Andi Amran, pengalaman menghadapi fenomena El Nino pada 2016, 2023, dan 2024 menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah untuk memperkuat kesiapan sektor pertanian, khususnya dalam menjaga ketersediaan beras.

Hal tersebut disampaikan Andi Amran saat menghadiri kegiatan jalan santai dalam rangka Road Show Kemerdekaan Republik Indonesia di Bakungnge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (9/8/2026).

Di hadapan awak media, Andi Amran mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, penyediaan benih unggul hingga optimalisasi lahan rawa.

El Nino ini sudah kita persiapkan jauh sebelumnya. Kita punya pengalaman menghadapi El Nino 2016, 2023, dan 2024. Alhamdulillah, semuanya bisa kita lewati dengan baik,” kata Andi Amran

Ia menjelaskan, salah satu langkah utama yang dilakukan pemerintah adalah memperluas penggunaan pompa untuk membantu lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan.

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi Bone ke-696, Wabup Andi Akmal Pimpin Ziarah ke Makam Raja di Tiga Daerah

Selain itu, pemerintah juga terus memperbaiki irigasi dan menyiapkan benih serta bibit unggul untuk menjaga produktivitas pertanian di berbagai daerah.

Pompanisasi, irigasi kita perbaiki, kemudian benih unggul kita siapkan, dan juga ada optimalisasi untuk daerah rawa,” jelasnya.

Andi Amran juga memastikan kondisi stok beras nasional saat ini berada pada posisi yang sangat aman. Ia menyebut stok beras yang tersedia mencapai sekitar 5,2 juta ton atau menjadi salah satu capaian tertinggi sepanjang sejarah.

Tidak hanya mengandalkan stok yang tersimpan, pemerintah juga menghitung produksi yang masih berada di lahan atau standing crop serta persediaan beras yang berada di masyarakat.

Stok yang ada sekarang sekitar 5,2 juta ton. Kemudian standing crop kita kurang lebih 10 juta ton, artinya tanaman yang sekarang ada dan akan dipanen. Di rumah tangga juga ada sekitar 10 sampai 12 juta ton,” ungkapnya.

Dengan total ketersediaan yang diperkirakan mencapai sekitar 26 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 2,6 juta ton per bulan, Andi Amran menilai cadangan pangan nasional masih berada dalam kondisi aman.

Baca Juga:  BAZNAS Bone Bantu Nelayan Bangun Rumah Layak, Wujud Nyata Kepedulian Pada Warga

Kalau totalnya sekitar 26 juta ton dan kebutuhan kita 2,6 juta ton per bulan, artinya cukup untuk sekitar 10 bulan. Jadi posisi kita sangat aman,” tegasnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino, pemerintah juga terus mendistribusikan pompa ke sejumlah daerah yang membutuhkan.

Andi Amran menyebut, dalam dua tahun terakhir hingga saat ini, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 150 ribu unit pompa untuk mendukung pengairan lahan pertanian.

Pompa kita distribusikan. Seluruh daerah yang mengalami kekeringan kita kirimkan pompa. Dua tahun terakhir sampai sekarang totalnya sekitar 150 ribu unit,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan meskipun menghadapi ancaman perubahan iklim.

Baca Juga:  Di Tangan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Jalan Andalas Akhirnya Diaspal Setelah Puluhan Tahun Terabaikan

Ini jumlah yang sangat tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya. Jadi, untuk menghadapi El Nino, kita sudah melakukan persiapan dan posisi kita aman,” pungkasnya. (BM)*.

Pos terkait