BONE – INFO-JURNAL.COM – Semangat pelestarian sejarah dan budaya Bone kembali digaungkan melalui rangkaian Gau Maraja Bone 2026.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri launching film Upojiki dan pameran pusaka di Mess Guru, Jalan Makmur, Kota Watampone, Jumat (25/9/2026) malam. 
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan sejarah dan warisan budaya Bone kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Rangkaian Gau Maraja juga menjadi ruang untuk mempertemukan unsur pemerintah, pemerhati budaya, serta masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Bone agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Mari kita menjaga budaya, dari masa ke masa,” ujar Andi Asman.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas pelaksanaan kegiatan Gau Maraja di Kabupaten Bone. Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendapat perhatian dan menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat sejarah serta kebudayaan daerah.
“Di kesempatan emas ini, saya melihat penerimaan dari masyarakat Kabupaten Bone. Masyarakat sangat menantikan kegiatan ini. Terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI yang telah melaksanakan kegiatan ini di Kabupaten Bone,” katanya.
Tidak hanya menghadiri kegiatan, Bupati Bone juga turut mengambil bagian dalam film Upojiki. Dalam film tersebut, ia memerankan sosok pemimpin yang berupaya membantu masyarakatnya.
Peran tersebut sekaligus menjadi medium untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya keadilan, kepedulian, dan kesetaraan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan.
“Degaga upasilengeng wargaku, tidak ada saya beda-bedakan wargaku. Kalau perlu, pribadi saya berikan untuk membantu,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut juga diharapkan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga karakter dan identitas budaya Bugis Bone.
Rangkaian Gau Maraja Bone turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bone, perwakilan Kementerian Kebudayaan, serta pemerhati pusaka dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Malaysia.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Gau Maraja Bone diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenalkan sejarah dan pusaka, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya serta mendorong generasi muda untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur budaya Bone. (BM)*.






