Gandeng BI dan Pemprov Sulsel, Tiga Kabupaten di Zona II Komitmen Kendalikan Inflasi

BONE – INFO-JURNAL.COM Pemerintah Kabupaten Bone resmi menjadi tuan rumah High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona II Sulawesi Selatan, Kamis (2/7/2026).

Forum strategis yang mempertemukan Kabupaten Bone, Soppeng, dan Sinjai di Gedung PKK Kabupaten Bone ini berfokus pada penguatan sinergi antardaerah demi menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

​Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

​”Tantangan ekonomi global dan perubahan iklim menuntut kita memperkuat strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” ujar Andi Akmal.

Baca Juga:  Sentuhan Kepedulian BAZNAS Bone, Rumah Ibu Kasmawati diDesa Tawaroe Kini Dibedah

​Sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang memproduksi sekitar 183 ribu ton beras pada periode Januari–April 2026, Bone berkomitmen penuh menjaga pasokan komoditas agar fluktuasi harga akibat faktor cuaca bisa ditekan.

​BI Minta Daerah Waspada di Semester II.

​Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, mencatat inflasi Sulsel pada Juni 2026 berada di angka 0,36 persen (naik dari 0,09 persen pada Mei).

Meski masih terkendali, ia meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan memasuki semester kedua.

​”Kita tidak boleh lengah. Komoditas pangan seperti cabai, bawang, dan beras tetap harus menjadi perhatian utama agar gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini,” tegas Firman.

Baca Juga:  Komitmen Bangun SDM Unggul, Bupati Paris Yasir Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu dan KPM

​Roadmap Pengendalian Inflasi Pemprov Sulsel

​Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Drs. H. Jufri Rahman, M.Si., mewakili Gubernur melalui Zoom.

Jufri menekankan pentingnya langkah konkret di lapangan dan penguatan Kerja Sama Antardaerah (KAD).

​”Kerja sama antardaerah adalah kunci. Distribusi dari daerah surplus ke daerah yang kekurangan harus diperkuat agar pasokan dan harga tetap stabil,” jelas Jufri.

Pemprov Sulsel sendiri telah menyusun Roadmap Pengendalian Inflasi Tahun 2025–2027 sebagai pedoman menghadapi tantangan ke depan.

​Sebagai wujud aksi nyata, dalam pertemuan ini juga disalurkan bantuan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA) berupa sarana prasarana pertanian kepada kelompok tani di Kabupaten Bone dan Soppeng.

Baca Juga:  BerAmal untuk Kesejahteraan Pegawai, Pemkab Bone Gelontorkan Rp52 Miliar Lebih untuk Gaji ke-13 ASN

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sinjai, Sekda Soppeng, perwakilan BPS, Perum BULOG, serta anggota TPID Zona II Sulsel. (BM)*.

 

Pos terkait