BONE – INFO-JURNAL.COM – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tahun Ajaran 2026/2027.di Kelurahan Bajoe, Kabupaten Bone.
Pembukaan MPLS ini menjadi momentum dimulainya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone yang merupakan bagian dari program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial. Program tersebut bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu secara gratis.

Dalam sambutannya, Bupati Bone menegaskan bahwa seluruh peserta didik Sekolah Rakyat dipilih langsung melalui proses verifikasi pemerintah tanpa pendaftaran umum. Langkah ini dilakukan agar program benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga kurang mampu di pelosok desa.
Menurut Andi Asman, negara memiliki tanggung jawab menghadirkan keadilan di bidang pendidikan sehingga tidak boleh ada lagi perbedaan kesempatan antara anak dari keluarga mampu maupun kurang mampu.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Tidak boleh ada perbedaan kesempatan hanya karena kondisi ekonomi. Semua harus memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Jumat. ( 31/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan siswa telah dipenuhi pemerintah, mulai dari asrama, makan, perlengkapan sekolah, layanan kesehatan, hingga fasilitas belajar berbasis teknologi dengan dukungan tenaga pendidik yang berkualitas.
Bupati Bone berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi unggul yang kelak menjadi pemimpin bangsa.
“Sepuluh hingga dua puluh tahun mendatang, saya ingin dari sekolah ini lahir menteri, gubernur, bupati, ulama, akademisi, dan tokoh-tokoh hebat yang berasal dari desa-desa di Kabupaten Bone,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari Dinas Sosial, camat, lurah hingga kepala desa untuk mengawal pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran dan terus berkembang.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone menerima 230 peserta didik baru serta 94 peserta didik Sekolah Rakyat Rintisan yang kini bergabung dalam sistem pendidikan Sekolah Rakyat.
Sementara itu, Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone menjelaskan seluruh aktivitas siswa telah dijadwalkan mulai pukul 04.00 hingga 22.00 WITA, mencakup ibadah, pembelajaran, pembinaan karakter, olahraga, hingga waktu istirahat.
Ia memastikan seluruh kebutuhan siswa dipenuhi pemerintah. Setiap peserta didik memperoleh enam jenis seragam lengkap, sepatu, perlengkapan sekolah, layanan kesehatan, konsumsi, satu unit laptop, serta belajar di ruang kelas yang telah dilengkapi smartboard.
“Kami memperlakukan seluruh peserta didik sebagai anak-anak kami sendiri. Mereka akan dibimbing, didampingi, dan dididik dengan penuh kasih sayang agar mampu meraih cita-cita setinggi mungkin,” ungkap Kepala Sekolah.
Di akhir kegiatan, salah seorang orang tua siswa menyampaikan rasa syukur atas hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone. Ia mengaku program tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya karena anaknya kini dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Bone, Ketua Ibu PKK dan Wakil, pimpinan OPD, para camat, lurah, kepala desa, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (BM)*.





