Bupati Bone Gandeng Tarakan Kembangkan Pasokan Sapi, Peternak Dapat Pasar Baru

Foto Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. bersama Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., serta Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP. M.M.

BONE – INFO-JURNAL.COM Pemerintah Kabupaten Bone dan Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara, resmi menjalin kerja sama pengembangan dan pemenuhan kebutuhan sapi. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (7/9/2026).

MoU ditandatangani Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. bersama Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., disaksikan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M. dan unsur Forkopimda Kabupaten Bone.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi Tarakan yang memiliki keterbatasan lahan peternakan, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi peternak di Kabupaten Bone yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi sapi di Sulawesi Selatan.

Bupati Bone mengatakan, potensi peternakan sapi di daerahnya cukup besar, terutama di sejumlah wilayah seperti Libureng, Patimpeng dan Kahu. Tradisi beternak juga telah berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kapolda Sulsel Apresiasi Kesigapan Brimob Polda Operasi SAR Pesawat ATR 42-500

Menurutnya, pengembangan peternakan tidak cukup hanya mengejar peningkatan populasi, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas dan nilai ekonomi ternak.

Yang kita harapkan bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas,” tegas Andi Asman.

Pemkab Bone juga mendorong peningkatan kualitas genetik sapi melalui pengembangan bibit dan inseminasi buatan. Selain itu, pemerintah menggagas konsep Bank Peternakan atau koperasi peternakan desa, sehingga sapi dapat menjadi aset produktif yang membantu peternak memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa harus menjual ternaknya secara langsung.

Pengembangan peternakan tersebut turut diintegrasikan dengan sektor pertanian melalui program Pajasa (Padi, Jagung, Sapi). Limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran sapi dapat mendukung sektor pertanian.

Baca Juga:  Bupati Bone Siapkan Pelantikan Pejabat di Malam Tahun Baru, Awali Babak Baru Reformasi Birokrasi 2026

Sementara itu, Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul mengatakan, kondisi geografis Tarakan membuat daerahnya sangat bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain.

Tarakan ini tidak punya lahan pertanian, tidak punya lahan peternakan. Jadi, kami memang tergantung dari dunia luar,” ujarnya.

Selama ini, Tarakan telah menjalin kerja sama pasokan sapi dengan Kabupaten Gorontalo Utara. Namun, menurut Khairul, ketergantungan pada satu daerah pemasok memiliki risiko ketika terjadi pengetatan pengiriman atau kendala pasokan.

Karena itu, Bone diharapkan menjadi salah satu sumber pasokan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sapi di Tarakan, khususnya menjelang Iduladha ketika permintaan meningkat.

Kalau satu daerah kadang-kadang memperketat pengiriman, kita agak kelimpungan. Kalau ada dua tempat yang menyuplai, mudah-mudahan suplai bisa lebih terjamin,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Paris Yasir Minta Seluruh OPD Jeneponto Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Khairul berharap kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi kedua daerah. Peternak Bone mendapatkan pasar baru, sementara masyarakat Tarakan memperoleh alternatif pasokan sapi yang lebih terjamin dan kompetitif.

Harapan kami kerja sama ini bisa terus berlanjut dan bisa menguntungkan kedua daerah. Menguntungkan bagi Bone, peternaknya, dan menguntungkan juga masyarakat kami,” katanya.

Ke depan, kerja sama Bone-Tarakan diharapkan tidak hanya sebatas perdagangan sapi, tetapi berkembang pada pembinaan peternak, peningkatan kualitas bibit, penggemukan, distribusi, hingga transfer pengetahuan bagi peternak kecil.

Dengan kerja sama tersebut, Bone memiliki peluang memperluas pasar ternaknya ke Kalimantan Utara, sementara Tarakan mendapatkan alternatif pemasok sapi. Keduanya diharapkan dapat membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. (BM)*.

 

Pos terkait