BONE – INFO-JURNAL.COM – Pemerintah Kabupaten Bone menyalurkan bantuan mesin dan peralatan usaha kepada 69 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui program IKM BerAmal Tahun 2026.
Bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pengembangan usaha masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Penyerahan bantuan berlangsung di Podium Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (18/9/2026), dalam rangkaian kegiatan penyusunan dan evaluasi rencana pembangunan industri kabupaten.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., meminta para penerima memanfaatkan bantuan tersebut secara serius dan mengembangkannya menjadi usaha produktif.
Menurutnya, 69 penerima bantuan tahun ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan IKM di Bone. Jika program tersebut menunjukkan hasil, pemerintah akan mempertimbangkan perluasan penerima pada tahun-tahun berikutnya.
“Kalau ini bagus percontohan, kita bentuk lagi 1.000 orang,” kata Andi Asman di hadapan penerima bantuan.
Ia bahkan menargetkan program tersebut dapat berkembang secara bertahap dari 69 usaha menjadi ratusan hingga ribuan pelaku usaha. Namun, perluasan itu akan mempertimbangkan keberhasilan dan hasil evaluasi terhadap penerima bantuan saat ini.
“Kalau berhasil ini, dari 69 usaha menjadi 6.900 nanti ke depannya. Yang penting amanah, yang penting untuk masyarakat,” ujarnya.
Untuk memastikan bantuan tepat guna, Andi Asman meminta dilakukan pencatatan dan evaluasi secara berkala. Setiap penerima diminta memiliki nomor register dan perkembangan usahanya dicatat sebagai bahan pemantauan pemerintah.
“Setiap bulan dievaluasi, ya. Evaluasi, laporkan ke kami,” tegasnya.
Adapun bantuan yang disalurkan antara lain berupa mesin jahit, mesin kopi, serta berbagai peralatan penunjang usaha lainnya.
Khusus penerima bantuan mesin jahit, Bupati mendorong agar usaha tersebut dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakaian sekolah di desa maupun wilayah sekitar tempat usaha. Dengan demikian, bantuan tidak hanya menjadi alat produksi, tetapi juga membuka peluang pasar bagi penerimanya.
“Coba nanti kita beri kain, baru jahit sendiri. Mungkin lebih bagus, lebih efektif. Mungkin biayanya bisa berkurang,” katanya.
Sementara bagi penerima bantuan peralatan kopi, Andi Asman meminta agar peralatan tersebut tidak hanya disimpan atau dipajang. Penerima didorong mengembangkan usaha sekaligus mengikuti pelatihan agar mampu mengoperasikan peralatan dan mengelola usaha secara mandiri.
“Kalau bisa dilatih supaya mahir,” ujarnya.
Andi Asman menegaskan, keberhasilan program IKM BerAmal tidak diukur dari jumlah bantuan yang diserahkan, tetapi dari sejauh mana bantuan tersebut dimanfaatkan dan mampu meningkatkan perkembangan usaha masyarakat.
“Kami berikan bantuan, tapi tolong kembangkan. Karena kami mau lihat contoh,” katanya.
Evaluasi perkembangan usaha para penerima bantuan dijadwalkan kembali pada 18 Oktober 2026. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pemerintah dalam menentukan pengembangan program IKM pada tahap berikutnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Asman juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan perangkat daerah dalam menjaga kesinambungan program serta anggaran pembangunan.
“Kita ini hanya hadir untuk bagaimana meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap keberhasilan para penerima bantuan nantinya dapat menjadi bukti nyata bahwa program IKM BerAmal memberikan dampak bagi masyarakat dan layak dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Kalau ada contoh, kita lebih mudah berbicara. Tapi kalau tidak ada, orang Bone akan berkata, ‘Tidak ada bukti,”ujarnya.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., Ketua TP PKK Bone Hj. Andi Maryam Andi Asman, Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta Ketua Komisi I DPRD Bone Rismoni Sarlim. (BM)*.






