BONE – INFO-JURNAL.COM – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari stabilitas politik dan keamanan, ketahanan ekonomi masyarakat, hingga langkah antisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan pangan.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat bersama Forkopimda yang digelar di Aula Lateya Riduni, Kota Watampone, Kamis (24/9/2026). Rapat turut melibatkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta jajaran Forkopimcam se-Kabupaten Bone. 
Dalam rapat itu, Bupati Andi Asman menekankan pentingnya pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik, potensi, serta kebutuhan yang berbeda sehingga kebijakan pemerintah perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Kita bisa klasifikasikan kebutuhan masyarakat desa. Ada wilayah kecamatan dan desa yang menjadi produsen, ada juga wilayah yang menjadi konsumen,” kata Andi Asman.
Ia menjelaskan, pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi produksi dan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pemerintah.
“Misalnya ada wilayah produsen padi, ada produsen jagung, dan ada wilayah konsumen padi dan jagung. Ini harus kita petakan supaya kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pemetaan kondisi wilayah juga berkaitan erat dengan ketahanan ekonomi dan pangan daerah. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting agar potensi persoalan dapat diidentifikasi dan ditangani sejak dini.
“Kita lakukan rapat untuk melihat apa permasalahan masyarakat dan bagaimana solusinya. Semua harus kita petakan dan ditindaklanjuti bersama,” katanya.
Selain membahas stabilitas daerah dan ketahanan ekonomi, rapat tersebut juga menyoroti potensi dampak kekeringan, terutama terhadap sektor pertanian dan ketersediaan pangan.
Pemerintah daerah bersama jajaran terkait didorong menyiapkan langkah antisipasi berdasarkan kondisi masing-masing wilayah. Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak kekeringan sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, OPD, dan jajaran kewilayahan, respons terhadap berbagai persoalan masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
Sinergi lintas sektor tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah serta memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan Kabupaten Bone. (BM)*.






