BONE – INFO-JURNAL.COM – Dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bone terus mendapat dukungan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel juga turun langsung ke lahan pertanian untuk ikut merawat dan mengembangkan program ketahanan pangan di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre.
Di lahan seluas kurang lebih 15 hektare tersebut, komoditas jagung dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden.
Keterlibatan personel Brimob terlihat dalam kegiatan pengolahan lahan hingga penanaman jagung. Salah satunya dilakukan Bripka Eka Afriadi, personel Batalyon C Pelopor yang sehari-hari bertugas sebagai Ps. Danton 5 Batalyon C Pelopor.
Ia bersama masyarakat turun langsung mengolah lahan dan melakukan penanaman. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemeliharaan program yang kini telah memasuki tahap tanam keempat.
Bagi Bripka Eka, keterlibatan di lahan pertanian bukan sekadar menjalankan program ketahanan pangan. Kehadiran bersama masyarakat menjadi bentuk dukungan sekaligus kesempatan untuk ikut merasakan langsung proses pengelolaan lahan agar tetap produktif.
“Kami hadir bersama masyarakat untuk ikut merawat dan mengembangkan lahan ini. Ketahanan pangan bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana lahan yang ada bisa terus produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bripka Eka Afriadi, Minggu (4/10/2026).
Bagi warga Mappesangka, keberadaan lahan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi. Selain menghasilkan komoditas pertanian, hasil pengelolaannya dapat menjadi sumber pendapatan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., yang menginisiasi program tersebut di Desa Mappesangka, menekankan pentingnya menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Menurutnya, program ketahanan pangan tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana lahan ini terus produktif dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Kalau dikelola dengan baik dan berkelanjutan, hasilnya bisa membantu menambah pendapatan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di daerah,” kata Andi Asman Sulaiman.
Ia juga menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan unsur terkait perlu terus diperkuat agar potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Danyon C Pelopor Kompol Rudi Mandaka, S.H. Ia mengatakan, keterlibatan personel Brimob bersama masyarakat merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus upaya mempererat kedekatan dengan warga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung.
“Kami ingin program seperti ini tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi terus dirawat dan dikembangkan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kehadiran personel di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya Brimob untuk selalu hadir dan memberikan manfaat,” ujar Kompol Rudi Mandaka.
Kegiatan di lahan pertanian Mappisangka menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, aparat dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan lahan tetap produktif dan hasilnya dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga.
Dari Desa Mappisangka, semangat tersebut terus dirawat. Setiap tahapan tanam menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. (BM)*.






